Ombak Muda Politik

Ombak Muda Politik, -sapaan saya bagi teman – teman Mahasiswa Baru Ilmu Politik UIN Bandung-, nama yang sedikit aneh mungkin terdengar di sebagian orang. sederhananya, nama ini menggambarkan kelompok mahasiswa baru ilmu politik yang penuh semangat dan dinamis. Mereka seperti ombak yang terus bergerak maju, mencari pemahaman mendalam tentang dunia politik yang kompleks dan dewasa ini masih memiliki stigma buruk di masyarakat. Dengan keberagaman dan keunikan mereka yang memiliki latar belakang yang berbeda antara satu dan lainya, para ombak muda inilah yang nantinya akan membawa energi segar dan pandangan inovatif ke dalam ranah politik. Mereka bersatu untuk merambah lautan pengetahuan politik, siap untuk memecahkan gelombang perubahan, dan membawa dampak positif di masyarakat melalui pemikiran kritis dan aksi proaktif.

Tulisan ini dibuat oleh seorang anonim yang tidak ingin disebutkan namanya, yang jelas. Saya juga merupakan salah satu Ombak Muda. untuk itu, ini adalah pesan saya kepada teman – teman sekalian. Setelah kita melaksanakan Ta’aruf Ilmu Politik. yang membuat para ombak – ombak ini semakin erat dan membentuk sebuah gelombang besar dan membuat hentakan besar untuk memperbaiki citra politik di mata masyarakat kelak.

Sulit rasanya ketika orang – orang menanyakan apa itu ilmu politik kepada saya Interpretasi mengenai apa itu politik sebagai suatu hal yang perlu didefinisikan, merupakan sebuah perdebatan yang tidak kunjung selesai sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Bagi saya, politik-maupun rumpun ilmu sosial secara luas-merupakan suatu hal yang multi-tafsir, dan tidak mampu didefinisikan dengan sebuah konsensus yang dapat disepakati secara bersama. Namun, memang itulah yang membuat ilmu sosial dan ilmu politik menjadi sebuah hal yang menarik untuk dipelajari. Dikutip dari Baltasar Gracian dalam buku bertajuk 48 Laws of Power :

Many people spend time studying animal behavior, plant behavior; it is even more important for us to study human behavior, because we live and die alongside them!

Ilmu politik membuka banyak pintu untuk memahami dinamika dan persoalan yang kita hadapi, dan juga memahami manusia seperti yang dikatakan oleh Baltasar Gracian tadi. Dimulai dari saat kita membuka mata di pagi hari hingga kita tertidur lelap di malam hari. Menurut saya, ilmu politik dapat membantu kita memahami dunia.

Kehadiran teman-teman di Ilmu Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak sesederhana untuk duduk, mengerjakan tugas, bermain bersama teman – teman, pulang, dan lulus mengenakan gelar “S,Sos.” semata.

Perubahan, Reformasi, Revolusi. Kata-kata yang sering kali kita, para mahasiswa lantangkan ketika aksi. Sebenarnya, kata-kata ini menjadi sebuah untaian doa dan harapan baik untuk kita para Ombak Muda, maupun untuk seluruh Mahasiswa Ilmu Politik UIN Bandung -agar kita dapat membawa sebuah perubahan yang mampu berdampak, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi bagi banyak insan manusia yang ada di dunia. Sebagai Mahasiswa, teman-teman sekalian akan menghadapi banyak sekali tantangan dan rintangan selama berkuliah. Jalan apapun yang akan dipilih oleh Ombak Muda bukan hanya menentukan pengembangan diri sendiri saja, tetapi diharapkan juga mampu menitikberatkan rasa kebermanfaatan dan kebaikan bagi orang disekitar kita. Karena teman-teman perlu memahami bahwa gelar mahasiswa bukan hanya sebuah titel membangun ego, melainkan tanggung jawab dan pengabdian yang tidak akan pernah berhenti.

Harapan saya, setelah Ta’aruf Politik selesai, teman-teman jangan pernah takut untuk berpendapat, berbuat baik, dan berdiri diatas prinsip yang teman-teman bangun. Jangan goyah, teruslah berdiri diatas kaki teman – teman sendiri. Berdikari.

Teruslah percaya, jikalau teman-teman pada perjalanannya nanti-saat berkuliah ataupun setelah lulus- akan ada waktu bagi teman-teman untuk melambung tinggi, menapaki jalan hidup yang dipercaya banyak orang, memikul suara dan banyak bibir manusia, ataupun menjalankan kehidupan teman-teman sesuai dengan apa yang kalian inginkan, ada satu pesan yang harus diingat dan disematkan kepada diri teman-teman; tolong untuk tetap selalu menghargai harkat hidup masing- masing manusia.

Tolong untuk tetap berpegang erat pada kaki teman-teman sendiri, tolong untuk tetap menjadi tengah diantara kiri dan kanan, tolong untuk sebisa mungkin tidak menyakiti orang lain dari keras janji dan suara yang kalian ucap. Tolong, lebarkan sayap empati teman-teman pada mereka yang tertindas, membebaskan mustadafin dari mustakbirin juga merupakan tujuan awal Islam sebagai suatu ideologi perjuangan yang kurasa relevan dengan kita yang menyandang status Mahasiswa di Universitas Islam, pun daripada itu, kepada mereka yang merasa kecil dan tidak bersuara, pada mereka yang menyimpan baik aspirasinya senduri, pada mereka yang termarjinalkan, pada mereka yang sering kalian anggap berbeda.

Pada semua orang yang rentan dan merasa tidak pantas untuk menghidupi dunia ini katanya.

Jangan pernah kalian injak, jangan kalian hancurkan harapannya, jangan kalian cekik nafasnya, jangan kalian belenggu lengannya, jangan kalian injak harkat hidupnya. Mereka tidak pernah meminta untuk dimengerti, dicintai, atau disukai. Mereka hanya meminta kalian agar setidaknya tahu bahwa makna hidup dari tiap langkahnya yang berbeda. Untuk setidaknya tahu hal apa yang mereka lalui sebagai manusia seutuhnya. Inilah yang menjadi bagian penting dalam mendewasakan diri dalam kehidupan manusia, kita, memanusiakan manusia. Karena apa makna ‘merdeka’ jikalau masih ada manusia yang menutup rapat suaranya karena akan takut akan tamat?

Teman-teman, realita kehidupan membentuk kita untuk tidak menjadi manusia yang naif. Apa yang terlihat baik tidak selamanya baik, dan apa yang buruk tidak selamanya buruk. Jika teman-teman banyak melihat problematika yang hadir di luar sana, teman- teman juga perlu melihat di dalam kampus juga, banyak hal yang masih perlu dibenahi. Perubahan yang akan dilakukan tidak bisa datang dengan cepat. Masalah yang menggerogoti kehidupan perkuliahan-dan kehidupan di dunia nyata-memerlukukan perubahaan yang sistematis, bottom-up, dan kolektif. Yang pasti, memerlukan willingness atau kemauan serta kehendak teman-teman sendiri sebagai seorang manusia.

Apapun yang akan terjadi, semoga hari-hari baik akan datang kedepannya.

Related Posts