Pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dari berbagai bentuk kekerasan seksual.Setelah melalui proses seleksi dan asesmen, Satgas PPKS UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi terbentuk pada pertengahan Oktober 2024.
Satgas ini bertugas memastikan penerapan strategi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus berjalan optimal, guna meningkatkan pemahaman serta pengetahuan civitas akademika dalam mengatasi isu-isu kekerasan seksual.
Irma Riyani, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN SGD Bandung, mengapresiasi dukungan Rektor dalam pembentukan Satgas PPKS dan Gender Focal Point. Sebagai langkah awal, PSGA mengadakan Pelatihan Pencegahan Kekerasan Seksual berbasis gender dan konseling, dengan fokus pada First Psychological Aid (FPA). Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai pemahaman gender dan meningkatkan keterampilan dalam penanganan awal korban kekerasan. Ketua LP2M UIN SGD Bandung, Dr. Setia Gumilar, M.Si, yang membuka acara ini, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini sebagai upaya bersama menciptakan kampus bebas kekerasan. Narasumber yang hadir antara lain Dr. Istiadah, MA, Ketua PSGA UIN Malang, dan Gusriyeni, S.Psi, psikolog dari Klinik Teratai PKBI Jawa Barat.
Diharapkan kegiatan ini membantu personel Satgas memahami prosedur dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus.Dengan terbentuknya Satgas PPKS ini, diharapkan civitas akademika UIN SGD Bandung semakin waspada terhadap potensi kekerasan dan mengetahui saluran pelaporan yang tersedia. Semoga UIN Bandung menjadi kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual. Mari kita jaga bersama kampus ini demi menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua.